Proceeding Geofest Tourism 2026 The 2nd International Conference on Geotourism
Kamis, 3 September 2026TOBA — Lake Toba Writers Festival 2026 resmi digelar melalui kolaborasi bersama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BPTCUGGp) pada 9, 11, dan 12 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para penulis, pegiat literasi, budayawan, serta berbagai pihak untuk berbagi gagasan dan mengangkat kekayaan budaya, sejarah, serta pesona Danau Toba melalui karya tulisan.
Pada acara tersebut dihadiri oleh Amol Titus (pendiri LTWF), Dr. Azizul Kholis (General Manager BP.TCUGGp) Arditama Nusantara Putra (Plt. Direktur BPODT), Dr. Audi Murphy O. Sitorus (Wakil Bupati Toba), Dr. Ichwan Azhari (sejarawan/akademisi), Dr. Wilmar Simanjorang, Saut Poltak Tambunan, Mikhael Naibaho, Ubai Dillah Al Anshori, Soekirman, Melani Butar Butar, dan Dr. Azizul Kholis; sementara pesan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution disampaikan dalam pembukaan. Untuk Jose Diaz, pejabat Konsul Jenderal Amerika Serikat untuk Sumatra.
Pembukaan Lake Toba Writers Festival di lakukan di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan pada tanggal 9 September 2026 dan kemudian secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, pada Jumat, 11 September 2026. Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendorong penguatan ekosistem literasi dan pelestarian budaya di kawasan Danau Toba.

Lake Toba Writers Festival hadir sebagai wadah untuk mempertemukan berbagai perspektif dan cerita mengenai Danau Toba. Melalui tulisan, pengalaman dan kekayaan budaya Batak tidak hanya dapat dinikmati oleh masyarakat saat ini, tetapi juga dapat diangkat, didokumentasikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Dalam sambutannya, General Manager BPTCUGGp menyampaikan bahwa kekuatan sebuah cerita dapat membawa Danau Toba melampaui batas wilayah.
“Hasil tulisan yang lahir dari kegiatan ini bukan hanya menjadi sebuah karya, tetapi dapat menjadi media untuk membawa cerita tentang Danau Toba sampai ke mancanegara.”
Menurutnya, literasi memiliki peran penting dalam memperkenalkan kawasan Toba kepada masyarakat luas. Cerita mengenai lanskap geologi, kekayaan biodiversitas, serta budaya masyarakat Batak dapat dikemas melalui berbagai karya sehingga semakin banyak orang mengenal nilai dan keunikan kawasan Toba Caldera UNESCO Global Geopark.



Kolaborasi antara Lake Toba Writers Festival dan BPTCUGGp juga sejalan dengan semangat UNESCO Global Geopark yang tidak hanya menekankan aspek konservasi geologi, tetapi juga pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan dan pelestarian warisan budaya.
Melalui festival ini, Danau Toba tidak hanya dipandang sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang yang menyimpan beragam cerita. Setiap tulisan dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan Toba—mulai dari kisah masyarakat, tradisi Batak, sejarah, alam, hingga kehidupan generasi muda di kawasan geopark.
Lake Toba Writers Festival 2026 diharapkan dapat terus mendorong lahirnya karya-karya yang memperkenalkan Toba kepada khalayak yang lebih luas. Sebab, ketika sebuah tempat dituliskan dengan baik, ceritanya dapat melampaui batas geografis dan membawa Danau Toba dari Sumatera Utara menuju panggung dunia.