Lomba Menggambar Tingkat Sekolah Dasar
Rabu, 24 Juni 2026MEDAN – Keberhasilan Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGGp) mempertahankan status Green Card UNESCO menjadi tonggak penting bagi pengembangan kawasan Danau Toba. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa pengakuan internasional tersebut harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, saat menerima audiensi jajaran Badan Pengelola TCUGGp di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa (23/6/2026).

Menurut Gubernur, keberhasilan mempertahankan Green Card merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang patut diapresiasi. Namun, pencapaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai sebuah prestise, melainkan harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Kaldera Toba.
Ia menekankan bahwa meningkatnya kunjungan wisatawan harus sejalan dengan tumbuhnya peluang usaha, terbukanya lapangan pekerjaan, serta meningkatnya pendapatan masyarakat di sekitar destinasi. Selain itu, seluruh pengembangan kawasan tetap harus mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan agar keindahan alam Danau Toba tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Gubernur juga menyampaikan bahwa Danau Toba memiliki potensi besar sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang mengusung konsep keberlanjutan, sehingga keseimbangan antara konservasi alam dan pengembangan ekonomi harus terus menjadi prioritas.
Pada kesempatan yang sama, General Manager TCUGGp, Azizul Kholis, melaporkan bahwa proses revalidasi UNESCO telah selesai dan sertifikat Green Card resmi diterbitkan. Meskipun sempat mengalami kendala pengambilan dokumen di Prancis akibat situasi geopolitik global dan pembatasan penerbangan internasional, seluruh proses administrasi kini telah dinyatakan tuntas.
Azizul turut memaparkan sejumlah agenda strategis yang akan dijalankan pasca revalidasi, termasuk penyelenggaraan Geopark Festival serta penerapan jalur wisata baru (Geo-Trail) yang mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026. Rute tersebut dirancang untuk menghubungkan kawasan utara dan selatan Kaldera Toba melalui Haranggaol, Porsea, hingga wilayah Simalungun, sehingga pengalaman wisata menjadi lebih terpadu dan merata.



Selain pengembangan destinasi, TCUGGp juga terus memperkuat kerja sama internasional melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Salah satu implementasinya adalah kegiatan penanaman hampir 2.000 pohon di kawasan Kaldera Toba sebagai bagian dari komitmen menjaga ekosistem geopark.
Ke depan, pengelola juga tengah menyiapkan pengembangan konektivitas wisata internasional yang menghubungkan Danau Toba dengan Phuket, Thailand. Tidak hanya itu, inisiatif pembentukan pusat studi riset geopark pertama di Asia juga sedang dipersiapkan melalui kolaborasi dengan jejaring pakar dunia dan Badan Riset dan Inovasi.
Berbagai langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Toba Caldera UNESCO Global Geopark sebagai destinasi geopark kelas dunia sekaligus meningkatkan peluang Sumatera Utara menjadi tuan rumah forum geopark internasional pada tahun 2029.
